Tips Mempercepat Penjualan Produk

Ingatkah Anda pada brand Pizza Hut, pelopor toko online di tahun 1994? Saat itu, hanya Pizza Hut yang melayani pemesanan online, lalu mengirimnya ke rumah pemesan.

Setelah Pizza Hut, muncul Amazon—toko buku online pertama di dunia. Karena banyak permintaan secara online, Amazon akhirnya mengembangkan komoditas produknya. Kini, laba bersih Amazon dari penjualan produk mencapai $1,629 miliar.

Lantas, trik apa yang dijalankan oleh toko online tersebut hingga sukses dalam penjualan?

1. Tampilkan Produk Terlaris di Halaman Depan

Kecenderungan konsumen, yakni mengikuti tren mayoritas orang. Konsumen merasa aman jika banyak orang yang menggunakan produk incarannya. Setiap keputusan pembelian konsumen dipengaruhi tindakan orang di sekitarnya.

Perilaku konsumen yang demikian, bisa Anda manfaatkan untuk meningkatkan volume penjualan. Caranya, tampilkan deretan produk terlaris di home online shop. Buatlah konsumen tercengang saat melihat jumlah pemakai produk.

Biasanya, konsumen perempuan yang paling sering tertarik dengan produk terlaris. Keputusan mereka untuk membeli barang lebih banyak dipengaruhi popularitas dan referensi dari kelompoknya.

2. Sematkan Badge pada Display Produk Terbaru

Apakah Anda mengikuti berita teknologi? Coba perhatikan di bagian info smartphone terbaru. Di segmen tersebut biasanya ada pemberitaan tentang puluhan ribu orang rela mengantre untuk memperoleh ponsel pintar teranyar.

Supaya makin menarik, Anda bisa berikan badge di setiap produknya. Dengan badge, perhatian pengunjung online shop akan tertuju pada produk tersebut.

Minimal, pengunjung menyadari, barang yang Anda sorot juga disukai oleh orang lain. Mengenai tips menyematkan badge, disarankan untuk melakukan personalisasi berdasarkan visitor.

3. Sediakan Proses Checkout yang Praktis dan User-Friendly

Halaman checkout merupakan fitur yang harus tersedia di online shop. Melalui checkout, pengunjung dapat menyelesaikan pembelian secara mudah. Supaya prosesnya cepat, Anda mesti membuat halaman checkout yang simpel.

Penyederhanaan proses checkout dikenal dengan istilah one-page checkout. Salah satu manfaat one-page checkout, yakni pengguna tidak perlu berpindah halaman untuk melanjutkan transaksi.

Di samping itu, one-page checkout mampu meningkatkan konversi hingga 13 persen. Bahkan, situs Xanthos berhasil membuktikan, bahwa tingkat konversi klien yang menerapkan one-page checkout mencapai 67 persen.

4. Sediakan Berbagai Pilihan Metode Pembayaran

Sebagian besar pembeli produk online menginginkan kepraktisan dalam pembayaran. Beberapa konsumen bersedia melakukan transaksi manual lewat ATM. Namun, ada juga yang lebih suka memakai akun virtual.

Untuk memudahkan konsumen, Anda mesti membuat beragam pilihan pembayaran. Misalnya, pembayaran melalui PayPal, dompet digital, dan Mobile Banking.

5. Tunjukkan Produk Flash Deal

Apakah Anda pernah mengikuti Harbolnas? Umumnya, saat Harbolnas, situs e-commerce mengadakan flash deal. Jadi, semacam penjualan barang dalam jumlah terbatas dan waktu cepat.

Momen flash deal bisa memacu pengguna untuk menyelesaikan pembelian barang. Berikan pilihan barang beragam dan perbarui stoknya setiap saat.

6. Gunakan Strategi Up Selling

Up selling merupakan trik memasarkan produk yang mempunyai nilai jual lebih tinggi dengan imbalan nilai tambah. Bentuk nilai tambahnya bervariasi, bisa dari sisi kualitas maupun kuantitas.

Semisal, Anda ingin menjual smartphone keluaran terbaru dengan spesifikasi mumpuni. Namun, harga jual smartphone tersebut relatif mahal.

Untuk menarik perhatian konsumen, Anda bisa menawarkan gratis memory card atau power bank. Cara lainnya, jual smartphone sejenis dengan harga lebih murah, tetapi turunkan spesifikasinya.

Supaya mudah menentukan up selling, berikut hal-hal yang harus Anda perhatikan.

  • Ketahui kebutuhan konsumen agar Anda bisa memberikan pelayanan yang tepat. Lalu, tampilkan pajang produk tersebut di etalase toko Anda.
  • Cari tahu bujet yang mungkin dimiliki oleh calon konsumen. Dengan mengetahui besaran bujet konsumen, Anda bisa menentukan produk yang akan dijual.
  • Menawarkan produk dengan spesifikasi lebih tinggi daripada produk yang sedang dipromosikan.
  • Jika Anda menawarkan produk dalam bentuk kemasan, cobalah memberikan opsi ukuran pembelian. Semisal, dengan membeli lebih banyak, konsumen akan mendapatkan harga murah.

7. Tawarkan Cross Product Selling

Saat Anda berbelanja ke supermarket, pernahkah mendapatkan tawaran pulsa meski tidak membutuhkannya? Itulah teknik penjualan cross product selling; penjual menawarkan produk lain ketika konsumen sedang belanja.

Anda bisa menerapkannya pada online shop, asalkan memperhatikan hal-hal berikut ini.

  • Produk yang ditawarkan bersifat melengkapi. Semisal, pembeli sedang melakukan pembayaran untuk pembelian televisi. Anda bisa menawarkan aksesori televisi yang belum ia beli.
  • Produk tersebut merupakan kebutuhan sehari-hari. Cross selling juga dilakukan dengan menawarkan produk keperluan sehari-hari. Cara ini cukup efektif menaikkan volume penjualan.
  • Tawarkan produk yang sedang promo khusus. Cobalah melengkapi total belanja konsumen dengan produk promosi. Menawarkan produk ini bisa dilakukan saat konsumen belanja jenis barang apa pun.

Percayalah, tidak semua konsumen menyimak perkembangan item produk promosi. Jadi, Anda tak perlu ragu untuk menawarkannya. Siapa tahu, konsumen sedang membutuhkan produk tersebut.

8. Manfaatkan Competitive Blocking Strategy

Ketika penjualan online shop Anda mulai meningkat, jangan lengah. Meski Anda hebat dalam berbisnis, pesaing pasti melakukan berbagai cara supaya bisa mengalahkan.

Lakukan competitive blocking agar pesaing tidak bisa mengintip kelemahan Anda.

 

Itulah beberapa tips mempercepat penjualan produk toko online. Yuk, terapkan supaya bisnis Anda makin berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *